Keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia tidak hanya mengukir sejarah bagi negara tersebut. Prestasi itu juga menjadikan mereka negara kedelapan yang jadi juara dunia.
Spanyol menjadi juara usai menundukkan Belanda 1-0 di final yang berlangsung Senin (12/7/2010) dinihari WIB.
Ini merupakan kali pertama negara berjuluk La Furia Roja itu menjadi juara dunia.
Sejarah bukan hanya menjadi milik Spanyol, namun juga persepakbolaan dunia.
Negeri Matador merupakan negara kedelapan yang berhasil menjadi raja dunia sejak Piala Dunia digulirkan pada 1930. Spanyol menyusul Brasil, Italia, Jerman, Argentina, Uruguay, Inggris, dan Prancis.
Ini juga merupakan kali pertama dunia memiliki "raja" baru sejak terakhir kali Prancis bertahta pada tahun 1998
Berikut daftar juara piala dunia sejak 1930
World Cup Ke 1
1930 di Uruguay
Juara: Uruguay
World Cup Ke 2
1934 di Italia
Juara: Italia
World Cup Ke 3
1938 di Prancis
Juara: Italia
World Cup Ke 4
1950 di Brasil
Juara: Uruguay
World Cup Ke 5
1954 di Swiss
Juara: Jerman Barat
World Cup Ke 6
1958 di Swedia, juara: Brasil
World Cup Ke 7
1962 di Chile
Juara: Brasil
World Cup Ke 8
1966 di Inggris
Juara: Inggris
World Cup Ke 9
1970 di Meksiko
Juara: Brasil
World Cup Ke 10
1974 di Jerman Barat
Juara: Jerman Barat
World Cup Ke 11
1978 di Argentina
Juara: Argentina
World Cup Ke 12
1982 di Spanyol
Juara: Italia
World Cup Ke 13
1986 di Mexico
Juara: Argentina
World Cup Ke 14
1990 di Italia
Juara: Jerman Barat
World Cup Ke 15
1994 di Amerika Serikat
Juara: Brasil
World Cup Ke 16
1998 di Prancis
Juara: Prancis
World Cup 17
2002 di Korea Dan Jepang
Juara: Brasil
World Cup Ke 18
2006 di Jerman
Juara: Italia
World Cup Ke 19 2010 di Afrika Selatan
Juara: Spanyol.
http://isaucoklut.blogspot.com/2010/07/spanyol-jadi-yang-ke-8.html
Ayo!!..Mari kita berkunjung ke pasar senaken yang ada di Tanah Grogot PASER Kalimantan Timur
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piala Dunia. Tampilkan semua postingan
12 Juli 2010
05 Juli 2010
Mengenang Meksiko 1986

Tahun 1986 merupakan tahun gemilang bagi persepakbolaan Meksiko, tuan rumah Piala Dunia waktu itu. Namun, bintang turnamen itu justru berasal dari Argentina, yakni sang kapten Diego Maradona. Pada tahun itu, Maradona meraih puncak kariernya di pentas internasional disertai kontroversi gol "Tangan Tuhan".
Tuan rumah Piala Dunia ke-13 sebetulnya diserahkan kepada Kolumbia. Karena masalah keuangan di negara tersebut, FIFA kemudian memindahkannya ke Meksiko.
Dalam hal infrastruktur, Meksiko yang pernah menjadi tuan rumah 16 tahun sebelumnya dianggap lebih siap dibanding calon lain yakni Kanada dan Amerika Serikat.
Delapan bulan sebelum penyelenggaraan PD 1986, negara di Amerika Utara itu sempat diguncang gempa bumi yang menewaskan 20.000 orang.
Untunglah gempa ini tak merusak 12 stadion tempat penyelenggaraan turnamen.
Tiga negara menjalani debut mereka di putaran final, yakni Kanada, Denmark, dan Irak.
Kanada dan Irak tersingkir di fase grup, demikian
pula dengan kontingen Korea Selatan, yang sempat mengundang decak kagum lewat tendangan-tendangan jarak jauh para pemainnya. Denmark dengan duo pemain depan Michael Laudrup dan Preben Elkjaer-Presen membuat kejutan dengan menguasai Grup E, salah satunya dengan menekuk
runner-up Jerman Barat di fase grup.
Pada turnamen kali ini, FIFA kembali memberikan peraturan baru dimana empat tim terbaik yang menduduki peringkat ketiga di masing-masing grup boleh ikut ke fase knock out bersama 12 tim yang menjadi juara dan runner-up grup. Berkat aturan ini, Belgia, Polandia, Bulgaria, dan Uruguay berhak lolos ke 16 besar. Belgia bahkan berhasil melangkah ke semifinal dengan menekuk Uni Soviet di perdelapan final dan menang adu penalti lawan Spanyol di perempat final.
Kejutan juga dibuat oleh Maroko. Mereka menjadi negara pertama dari Afrika yang berhasil lolos ke fase knock out setelah menjadi pimpinan Grup F.
Di babak 16 besar, langkah mereka langsung terhenti oleh Jerman Barat. Jerman Barat pula yang menyingkirkan tuan rumah Meksiko dalam laga alot di perempat final. Di babak ini pula, terjadi persaingan alot oleh setiap kontestan.
Dari empat laga yang berlangsung, hanya partai Argentina versus Inggris yang berakhir dalam waktu 90 menit. Partai lainnya harus diakhiri dengan adu penalti.
Argentina yang hanya sekali kalah pada laga kualifikasi kemudian menaklukkan Belgia di semifinal dengan skor akhir 2-0. Kedua gol dicetak oleh Maradona dan membuat jumlah golnya di turnamen tersebut menjadi lima gol.
Jumlah gol Maradona itu rupanya masih kalah dari top scorer asal Inggris, Gary Lineker. Lineker kemudian mendapat penghargaan Sepatu Emas, tetapi Maradona menjadi Pemain Terbaik berkat lima gol dan lima assist-nya dalam tujuh laga waktu itu. Salah satu gol tersebut ia buat dengan menggunakan tangan kiri ke gawang Inggris yang dijaga oleh Peter Shilton pada perempat final.
Gol pembuka Maradona di pertandingan itu kemudian dikenang sebagai "la mano de Dios" atau gol "Tangan Tuhan".
Gol keduanya, tiga menit setelah gol pertama, tercipta melalui aksi solo run dari lapangan tengah,
berbelok-belok mencari celah, sambil melewati lima pemain Inggris. Pada 2002, FIFA melakukan jajak pendapat dan menempatkan gol tersebut sebagai gol terbaik sepanjang abad.
Di final, Maradona tidak mencetak gol.
"Albicelestes" memimpin 2-0 lebih dulu, tapi Jerman Barat berhasil menyamakan skor. Enam menit menjelang bubar, Maradona memberikan assist cantik kepada Jorge Burruchaga dan terciptalah gol yang membawa armada Carlos Bilardo tersebut menjadi pemenang.
Maradona pun menjadi satu-satunya pemain yang begitu dominan dalam sejarah Piala Dunia.
Secara keseluruhan, tercatat 80 pemain mencetak gol di turnamen ini. Dari 132 gol, Argentina mencatat jumlah gol paling banyak yakni 15 gol, adapun Kanada menjadi satu-satunya tim yang sama sekali tak menjebol gawang lawan.
Uni Soviet yang didominasi oleh pemain-pemain Dynamo Kiev mencatat skor terbesar pada penyisihan grup yakni saat mengalahkan Hungaria dengan 6-0.
Meksiko mengandalkan top scorer La Liga Spanyol, Hugo Sanchez, tapi dia justru menghabiskan banyak waktu untuk memprotes wasit dan melakukan pelanggaran yang tak perlu. Meski kalah di perempat final, "El Tri" memperlihatkan penampilan menawan dan itu merupakan penampilan terbaik mereka di Piala Dunia.
Jerman Barat, Inggris, dan Brasil masih seperti sebelumnya mengandalkan pemain-pemain bintang yang sudah menapak usia senja.
Karl-Heinz Rummenigge, Michel Platini, dan Zico diberi kesempatan dalam laga terakhir mereka di Piala Dunia, tapi hanya Platini yang tampil cukup bagus. Rummenigge dan Zico berkutat dengan cedera lutut dan jarang bermain 90 menit penuh.
Platini dkk akhirnya bertemu Zico cs pada perempat final di Guadalajara. Platini berhasil menyamakan skor 1-1 dan pertandingan pun akhirnya harus dilanjutkan lewat adu penalti. Zico berhasil menunaikan tugas sebagai algojo, sementara Platini gagal mencetak gol dari titik putih. "Les Blues" akhirnya menang dan Platini pun bertemu Rummenigge cs di semifinal.
Pemain termuda di turnamen ini adalah pemain tuan rumah F.J. Cruz, sedangkan pemain tertua adalah Pat Jennings, kiper Irlandia Utara. Itulah Piala Dunia terakhir bagi Jennings, tepat pada usia 41 tahun. Ia menjadi satu-satunya kiper yang pernah bermain dalam enam periode Piala Dunia.
Rekam pertandingan Piala Dunia 1986
Top skor Gary Lineker (Inggris, 6
gol)
Diego Maradona (Argentina, 5 gol)
Careca (Brasil, 5 gol)
Emilio Butragueno (Spanyol, 5 gol)
Statistik Lain
Jumlah pertandingan 52
Total gol yang tercipta 132
Rata-rata gol per pertandingan 2,54
Kartu merah 8
Kartu kuning 137
Gol bunuh diri 1
Total penonton 2.407.431
Rata-rata penonton 46.297 per laga
(Sumber: Kompas.com).
04 Juli 2010
Ada Apa Dengan Messi?

Penampilan Lionel Messi di Piala Dunia 2010 tidak sesuai dengan harapan.
Pelatih Argentina Diego Maradona langsung pasang badan untuk membela "titisan"-nya tersebut.
Musim 2009/2010, Messi tampil luar biasa bersama Barcelona. Dalam dua kejuaraan yakni La Liga dan Liga Champions, Messi menjadi top skorer.
Meski demikian pemain terbaik dunia tahun 2009 itu tidak membukukan gol hingga akhir perjalanan Argentina di Afrika Selatan.
Penampilan pemain kelahiran 24 Juni 1987 itu juga masih belum sesuai harapan. Messi yang begitu cemerlang di
Barcelona ternyata gagal mengangkat Argentina.
Seperti yang sudah-sudah, bisa jadi setelah kegagalan ini muncul kembali kritik kepada Messi yang untuk kesekian kalinya gagal memunculkan Messi-Barcelona kala ia berseragam Albiceleste.

Messi tak sanggup menahan tangisannya saat Argentina disingkirkan Jerman di babak perempatfinal Piala Dunia 2010.
Menurut sang pelatih Diego Maradona, itu menjadi bukti Messi seorang Argentina sejati.
Sebelumnya, Messi memang menjadi salah satu sosok yang juga sering menuai kritikan selain Maradona tentunya.
Beberapa fans Argentina menilai Messi tak serius saat membela Albiceleste.
Namun bagi Maradona, penyerang mungil berusia 23 tahun ini tetap menjadi yang terbaik dan telah memberikan segala kemampuannya untuk Argentina.
"Melihat Messi menangis di kamar ganti, siapapun yang mengatakan dia tak bangga mengenakan kostum (Argentina) adalah orang bodoh," ujar Maradona seperti dilansir USA Today, Minggu 4 Juli 2010.
Messi pantas menangis setelah perjalanan Argentina akhirnya terhenti setelah tumbang 4-0 di tangan Jerman.
Status sebagai Pemain Terbaik Dunia seakan semakin menguap setelah Messi tak mampu mencetak satu gol pun di Afrika Selatan.
Ada apa denganmu Messi?.
03 Juli 2010
Suarez "Pahlawan" Uruguay

Pertandingan
tinggal tersisa dalam hitungan detik. Bola
mengarah ke gawang Anda. Ada kesempatan
untuk menghentikannya
walau dengan cara yang salah. Apa yang akan
Anda lakukan?
Striker Uruguay Luis Suarez ada dalam situasi
itu pada laga perempat final Uruguay kontra
Ghana, Jumat, 2 Juli 2010.
Membiarkan bola masuk di saat-saat terakhir
perpanjangan waktu berarti membiarkan
timnya kalah.
Insting Suarez yang berada di garis gawang
telah menuntunnya untuk menghalau bola dengan
tangannya. Suarez rela mendapat kartu merah dan kemungkinan sanksi tambahan dari FIFA asalkan gawang timnya
tidak jadi bobol.
Risiko-risiko yang
diputuskan untuk diambil Suarez ternyata berujung
positif buat Uruguay.
Pemain Ghana Asamoah Gyan gagal menceploskan
bola dari titik penalti.
Uruguay pun kemudian menang lewat adu penalti.
Setelah skor 1-1 hingga 120 menit, Uruguay akhirnya unggul adu
penalti dengan skor 4-2.
Buat Suarez yang tanpa diragukan lagi telah melakukan tindakan tidak
sportif, tersingkir di perempat final akan terasa lebih menyakitkan
ketimbang harus
mendapat kartu merah.

Hukuman buat Suarez adalah tak bisa bertanding
selama dua pertandingan ke depan. Di semifinal Suarez tak bisa merumput saat melawan Belanda 7 Juli nanti. Pun jika Uruguay menang melawan
Belanda dan masuk ke final, Suarez juga masih tak boleh bertanding.
Meski dikecam, tapi Suarez adalah pahlawan bagi Uruguay. Sebenarnya
sebelum ia menggunakan
tangan menghalau bola ia juga menggunakan
kakinya untuk menghalau tendangan keras yang juga mengarah ke gawang saat
kemelut itu terjadi.
Dua kali aksinya itu benar-benar menyelamatkan
gawang Uruguay.
Aksi Suarez bermula dari
tendangan bebas yang diperoleh Ghana di menit
ke 120+2. Appiyah menendang bola ke arah pemain Ghana. Bola jatuh
ke kaki pemain Ghana dan ditendang ke arah gawang. Suarez dengan
kakinya memblok
tendangan itu. Bola masih
bergulir di kotak penalti dan terjadi kemelut di
mulut gawang. Pemain Ghana lalu menyundul
bola ke arah gawang.
Suarez yang tak bisa menjangkau dengan kepalanya lalu menggunakan tangannya untuk mengahalang bola.
Itulah sepakbola. Tapi, kau nakal Suarez!
Good bye Ghana, Good bye juga
Suarez, tapi belum untuk Uruguay.
30 Juni 2010
Jelang 8 Besar
Berikut tim-tim yang akan bentrok di perempat final piala dunia Afsel 2010
Jumat, 2 Juli 2010. Pukul
21.00 WIB
Belanda VS Brasil
Sabtu, 3 Juli 2010. Pukul
01.30 WIB
Uruguay VS Ghana
Sabtu, 3 Juli 2010. Pukul
21.00 WIB
Jerman VS Argentina
Minggu, 4 Juli 2010. Pukul
01.30 WIB
Spanyol VS Paraguay

Uruguay vs Ghana
Dua kuda hitam ini siap untuk memperebutkan
satu tempat di babak semifinal. Kemampuan
Uruguay tak bisa
dipandang sebelah mata,
apalagi mereka punya
penyerang-penyerang tajam seperti Luis Suarez dan Diego Forlan. Suarez
sudah mencetak tiga gol sejauh ini, sementara Forlan dua gol.
Tetapi Ghana juga punya motivasi kuat. Sebagai
satu-satunya wakil Afrika yang tersisa, mereka tak mau mengalah begitu
saja. Spirit ini terbukti ketika mereka mengandaskan Amerika Serikat di perdelapanfinal
melalui extra-time.
Asamoah Gyan, yang menjadi pahlawan The
Black Star dalam laga itu, juga patut diwaspadai
pertahanan Uruguay--
apalagi ia juga sudah mencetak tiga gol.
____
Brasil vs Belanda
Big Match pertama di babak perempatfinal yang merupakan ulangan dari
semifinal Piala Dunia 1998.
Kala itu Brasil
menyingkirkan Belanda lewat babak adu penalti
setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.
Brasil tengah
menunjukkan performa konsisten sejak fase grup hingga menyingkirkan
Chile 3-0 di
perdelapanfinal. Makin padunya trio Luis Fabiano-Kaka-Robinho di lini depan mereka bisa menjadi senjata mematikan. Belum lagi
kekuatan lini kedua yang
ditopang oleh Gilberto Silva serta kecepatan
sayap semodel Maicon dan Dani Alves.
Sementara Belanda telah
menemukan bentuk permainan terbaik mereka
sejak kembalinya Arjen Robben. Tak seperti
Belanda-Belanda
sebelumnya, skuad Bert Van Marwijk kali ini
memang tak tampil idealis
dengan Total Football murni, melainkan lebih
pragmatis. Wajar, Van Marwijk menggunakan
dua gelandang bertahan dalam skemanya. Namun, skema pragmatis ini
terbukti ampuh membawa Belanda sampai ke perempatfinal.

Argentina vs Jerman
Partai Big Match yang juga merupakan ulangan perempatfinal Piala Dunia 2006. Kala itu Jerman
menang melalui adu penalti setelah bermain
imbang 1-1 selama 120 menit. Mungkinkah ini
akan menjadi ajang pembalasan dendam oleh
Argentina?
'Tim Tango' punya modal kuat mengingat mereka punya sederet penyerang
berkualitas. Gonzalo Higuain tengah on form
dengan torehan empat golnya sejauh ini, pun
demikian dengan Carlos Tevez yang sudah mencetak dua gol. Jangan
lupakan juga Lionel Messi,
yang meski belum
mencetak gol, tetapi kerap merepotkan
pertahanan lawan dengan dribel bolanya.
Dari kubu Jerman, sejak kemenangan 4-1 atas Inggris, pasukan yang
dipimpin Joachim Loew ini dianggap sebagai Jerman
terbaik sepanjang masa.
Benarkah demikian?
Jawabannya bisa "Ya", andai mereka berprestasi
bagus dalam Piala Dunia kali ini, atau malah
menjadi juara. Setidaknya
arah ke sana sudah terbuka.
Dengan kecepatan Mesut
Ozil di lini tengah, duet Miroslav Klose-Lukas Podolski yang sama-sama sudah mencetak dua gol, serta kejutan Thomas Muller-- yang merupakan
top skorer Jerman di turnamen ini dengan tiga golnya--, Jerman punya potensi besar menyulitkan
Argentina.
Spanyol vs Paraguay
Spanyol tengah berusaha mengawinkan gelar Piala Eropa dengan Piala Dunia dan mereka berhadapan
dengan kuda hitam bernama Paraguay. Tim
yang disebut terakhir memang tak mudah
melangkahi Jepang di babak perdelapanfinal,
namun tetap saja tak bisa dipandang sebelah mata.
Terbukti, di fase grup mereka bisa menyulitkan
tim sekelas Italia, terlepas dari jebloknya
penampilan Gli Azzurri di turnamen ini.
Sedangkan Spanyol punya
kesolidan tim yang terdiri dari bek-bek tangguh,
gelandang-gelandang jago passing dan penyerang
yang haus gol. Hal ini ada dalam diri Gerard Pique-
Carles Puyol, Xavi
Hernandez-Andres Iniesta-
Xabi Alonso, serta David Villa.
Villa sudah mencetak empat gol sejauh ini, dan
mungkin saja bisa
bertambah lagi. Yang masih ditunggu dari
Spanyol adalah kapan Fernando Torres mulai
menemukan
ketajamannya.
Keempat laga di atas berpeluang menyajikan
pertarungan seru.
Sekarang, siapa yang Anda jagokan untuk
melaju ke babak
semifinal?
===================
Jumat, 2 Juli 2010. Pukul
21.00 WIB
Belanda VS Brasil
Sabtu, 3 Juli 2010. Pukul
01.30 WIB
Uruguay VS Ghana
Sabtu, 3 Juli 2010. Pukul
21.00 WIB
Jerman VS Argentina
Minggu, 4 Juli 2010. Pukul
01.30 WIB
Spanyol VS Paraguay

Uruguay vs Ghana
Dua kuda hitam ini siap untuk memperebutkan
satu tempat di babak semifinal. Kemampuan
Uruguay tak bisa
dipandang sebelah mata,
apalagi mereka punya
penyerang-penyerang tajam seperti Luis Suarez dan Diego Forlan. Suarez
sudah mencetak tiga gol sejauh ini, sementara Forlan dua gol.
Tetapi Ghana juga punya motivasi kuat. Sebagai
satu-satunya wakil Afrika yang tersisa, mereka tak mau mengalah begitu
saja. Spirit ini terbukti ketika mereka mengandaskan Amerika Serikat di perdelapanfinal
melalui extra-time.
Asamoah Gyan, yang menjadi pahlawan The
Black Star dalam laga itu, juga patut diwaspadai
pertahanan Uruguay--
apalagi ia juga sudah mencetak tiga gol.
____
Brasil vs Belanda
Big Match pertama di babak perempatfinal yang merupakan ulangan dari
semifinal Piala Dunia 1998.
Kala itu Brasil
menyingkirkan Belanda lewat babak adu penalti
setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.
Brasil tengah
menunjukkan performa konsisten sejak fase grup hingga menyingkirkan
Chile 3-0 di
perdelapanfinal. Makin padunya trio Luis Fabiano-Kaka-Robinho di lini depan mereka bisa menjadi senjata mematikan. Belum lagi
kekuatan lini kedua yang
ditopang oleh Gilberto Silva serta kecepatan
sayap semodel Maicon dan Dani Alves.
Sementara Belanda telah
menemukan bentuk permainan terbaik mereka
sejak kembalinya Arjen Robben. Tak seperti
Belanda-Belanda
sebelumnya, skuad Bert Van Marwijk kali ini
memang tak tampil idealis
dengan Total Football murni, melainkan lebih
pragmatis. Wajar, Van Marwijk menggunakan
dua gelandang bertahan dalam skemanya. Namun, skema pragmatis ini
terbukti ampuh membawa Belanda sampai ke perempatfinal.

Argentina vs Jerman
Partai Big Match yang juga merupakan ulangan perempatfinal Piala Dunia 2006. Kala itu Jerman
menang melalui adu penalti setelah bermain
imbang 1-1 selama 120 menit. Mungkinkah ini
akan menjadi ajang pembalasan dendam oleh
Argentina?
'Tim Tango' punya modal kuat mengingat mereka punya sederet penyerang
berkualitas. Gonzalo Higuain tengah on form
dengan torehan empat golnya sejauh ini, pun
demikian dengan Carlos Tevez yang sudah mencetak dua gol. Jangan
lupakan juga Lionel Messi,
yang meski belum
mencetak gol, tetapi kerap merepotkan
pertahanan lawan dengan dribel bolanya.
Dari kubu Jerman, sejak kemenangan 4-1 atas Inggris, pasukan yang
dipimpin Joachim Loew ini dianggap sebagai Jerman
terbaik sepanjang masa.
Benarkah demikian?
Jawabannya bisa "Ya", andai mereka berprestasi
bagus dalam Piala Dunia kali ini, atau malah
menjadi juara. Setidaknya
arah ke sana sudah terbuka.
Dengan kecepatan Mesut
Ozil di lini tengah, duet Miroslav Klose-Lukas Podolski yang sama-sama sudah mencetak dua gol, serta kejutan Thomas Muller-- yang merupakan
top skorer Jerman di turnamen ini dengan tiga golnya--, Jerman punya potensi besar menyulitkan
Argentina.
Spanyol vs Paraguay
Spanyol tengah berusaha mengawinkan gelar Piala Eropa dengan Piala Dunia dan mereka berhadapan
dengan kuda hitam bernama Paraguay. Tim
yang disebut terakhir memang tak mudah
melangkahi Jepang di babak perdelapanfinal,
namun tetap saja tak bisa dipandang sebelah mata.
Terbukti, di fase grup mereka bisa menyulitkan
tim sekelas Italia, terlepas dari jebloknya
penampilan Gli Azzurri di turnamen ini.
Sedangkan Spanyol punya
kesolidan tim yang terdiri dari bek-bek tangguh,
gelandang-gelandang jago passing dan penyerang
yang haus gol. Hal ini ada dalam diri Gerard Pique-
Carles Puyol, Xavi
Hernandez-Andres Iniesta-
Xabi Alonso, serta David Villa.
Villa sudah mencetak empat gol sejauh ini, dan
mungkin saja bisa
bertambah lagi. Yang masih ditunggu dari
Spanyol adalah kapan Fernando Torres mulai
menemukan
ketajamannya.
Keempat laga di atas berpeluang menyajikan
pertarungan seru.
Sekarang, siapa yang Anda jagokan untuk
melaju ke babak
semifinal?
===================
25 Juni 2010
Tangguhnya Honda Jepang

Honda, Suzuki, Yamaha, hehehe ini bukan masalah motor...
Ini tentang Keisuke Honda bintang baru timnas Jepang
Nama Honda memang belum sepopuler Nakata
atau Nakamura. Sebab, berbeda dengan dua
seniornya yang bermain di liga top Eropa-- Nakata pernah bersama Perugia dan AS
Roma di Seri A, sementara Nakamura di Glasgow Celtic--, Honda "cuma"
bermain untuk CSKA Moskow.
Tapi, apa yang
ditampilkan pemuda 24 tahun tersebut di Piala
Dunia kali ini, sungguh bisa membuatnya
ditahbiskan menjadi bintang baru Jepang. Dan
itu bisa terbukti dengan dua gol yang sudah
dicetaknya sejauh ini.
Satu gol ia lesakkan ketika Jepang menundukkan Kamerun di laga pembuka Grup E.
Sementara satu lainnya adalah ketika menundukkan Denmark 3-1, hasil yang membuat Jepang melenggang ke
perdelapanfinal.
Gol teranyar Honda dicetak dengan cara yang
tergolong tak lazim di Piala Dunia kali ini:
tendangan bebas. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan kaki kiri melewati pagar betis Denmark. Bola
melengkung, sebelum akhirnya bersarang di tiang jauh gawang Thomas Sorensen.
Tak hanya sampai di situ, Honda juga mengarsiteki
gol ketiga Jepang. Di sini, ia meliuk-liuk mengecoh beberapa bek Denmark sebelum akhirnya
memberikan bola kepada Shinji Okazaki, yang
langsung menceploskan
bola ke gawang Sorensen.
Dengan satu gol dan satu assist, Honda layak disebut pahlawan
kemenangan Jepang dalam laga tersebut.
"Bagi Jepang, ini adalah kemenangan besar. Tapi, saya belum puas,"
tegasnya kepada Sky Sports.
"Pertandingan berikutnya lebih penting. Saya ingin menunjukkan kepada orang-orang Jepang bahwa tak ada yang mustahil," lanjutnya.

PROFIL
Informasi pribadi
Nama lengkap :
Keisuke Honda
Tanggal lahir :
13 Juni 1986
Tempat lahir :
Settsu, Prefektur Osaka, Jepang
Tinggi :
1.82 m (5 ft 12 in)
Posisi bermain :
Gelandang
Klub saat ini :
CSKA Moskwa
Nomor :
7
Tim nasional :
2005 Jepang U-20
2006 – 2008 Jepang U-23
2008 – kini Jepang
17 Juni 2010
Zakumi

Si Macan Tutul yang ceria
menjadi maskot Piala Dunia 2010, mewakili dunia safari yang begitu
lekat dengan benua Afrika tersebut. Nama
Zakumi berasal dari kata 'ZA' yang merupakan
kode internasional Afrika Selatan dan kata 'Kumi'
yang artinya sepuluh – sepuluh bahasa yang dimiliki Afrika Selatan.
Karakter Zakumi
sebenarnya sudah terlahir jauh-jauh hari sebelum
Afrika Selatan ditunjuk untuk menggelar Piala
Dunia 2010. Maskot dengan karakter macan
tutul itu lahir pada 1994 yang menyimbolkan
persatuan Afrika Selatan pasca apartheid.
Zakumi merupakan
karakter macan tutul jantan berwarna kuning
dengan rambut berwarna hijau. Pemilihan warna-
warna yang dipakai pada
Zakumi memiliki arti tersendiri. Warna hijau dan kuning seperti warna pada jersey timnas olahraga Afrika Selatan
termasuk timnas
sepakbolanya.
Zakumi adalah karakter yang menghibur semua
orang dan bertekad untuk
menyajikan yang terbaik bagi semua orang yang mengunjungi negaranya.
Ia akan menjadi
penghibur untuk para suporter, para pemain,
ofisial, anak-anak sekolah, remaja bahkan orang
dewasa sekalipun.
Sosok Zakumi tidak hanya
melambangkan Afrika Selatan tapi juga ia turut
menjadi representasi
benua Afrika secara keseluruhan yang
ditunjukkan kepercayaan
dirinya, harga diri,
fasilitas kesehatan, social
skill dan kehangatan hati.
Zakumi adalah karakter yang periang, percaya diri, gemar akan petualangan,
spontan dan cukup cerdik. Ia senang tampil di
depan orang banyak dengan mengikuti insting
dan intusinya meski sesekali cenderung
berlebihan. Ia juga digambarkan sebagai orang yang memiliki
kehangatan hati dan peduli akan sesama serta
selalu ingin memiliki teman sebanyak mungkin.
Zakumi juga senang bermain sepakbola. Bagi
dia, sepakbola adalah salah satu cara yang tepat
untuk menghubungkan
seluruh manusia di seluruh penjuru dunia
tanpa mengenal batasan bahasa. Ciri khasnya ialah
dia selalu membawa bola
di mana pun berada dan senang mengajak orang lain untuk bermain
bersamanya.
Dengan moto resmi "Zakumi's game is Fair Play", Zakumi memiliki
misi utama yaitu untuk mempersatukan semua orang di dalam satu wadah Piala Dunia 2010
sebagai pesta yang penuh
kebahagiaan dan tak akan pernah terlupakan.
Zakumi ingin
menunjukkan kepada dunia akan kehangatan
dan semangat dari benua
Afrika.
Langganan:
Postingan (Atom)