Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepakbola. Tampilkan semua postingan

01 Agustus 2011

Jadwal Lengkap Kualifikasi Piala Dunia 2014 Babak III Zona Asia



Berikut hasil undian putaran ketiga kualifikasi piala dunia 2014 zona asia

Grup A
Cina
Yordania
Irak
Singapura

2 September 2011
Cina v Singapura
Irak v Yordania

6 September 2011
Yordania v Cina
Singapura v Irak

11 Oktober 2011
Cina v Irak
Singapura v Yordania

11 November 2011
Yordania v Singapura
Irak v Cina

15 November 2011
Yordania v Irak
Singapura v Cina

29 Februari 2012
Cina v Yordania
Irak v Singapura

Grup B
Korea Selatan
Kuwait
Uni Emirat Arab
Lebanon

2 September 2011
Korea Selatan v Lebanon
Uni Emirat Arab v Kuwait

6 September 2011
Kuwait v Korea Selatan
Lebanon v Uni Emirat Arab

11 Oktober 2011
Korea Selatan v Uni Emirat Arab
Lebanon v Kuwait

11 November 2011
Kuwait v Lebanon
Uni Emirat Arab v Korea Selatan

15 November 2011
Kuwait v Uni Emirat Arab
Lebanon v Korea Selatan

29 Februari 2012
Korea Selatan v Kuwait
Uni Emirat Arab v Lebanon

Grup C
Jepang
Uzbekistan
Suriah
Korea Utara

2 September 2011
Jepang v Korea Utara
Suriah v Uzbekistan

6 September 2011
Uzbekistan v Jepang
Korea Utara v Suriah

11 Oktober 2011
Jepang v Suriah
Korea Utara v
Uzbekistan

11 November 2011
Uzbekistan v Korea Utara
Suriah v Jepang

15 November 2011
Uzbekistan v Suriah
Korea Utara v Jepang

29 Februari 2012
Jepang v Uzbekistan
Suriah v Korea Utara

Grup D
Australia
Arab Saudi
Oman
Thailand

2 September 2011
Australia v Thailand
Oman v Arab Saudi

6 September 2011
Arab Saudi v Australia
Thailand v Oman

11 Oktober 2011
Australia v Oman
Thailand v Arab Saudi

11 November 2011
Arab Saudi v Thailand
Oman v Australia

15 November 2011
Arab Saudi v Oman
Thailand v Australia

29 Februari 2012
Australia v Arab Saudi
Oman v Thailand

Grup E
Iran
Qatar
Bahrain
Indonesia

2 September 2011
Iran v Indonesia
Bahrain v Qatar

6 September 2011
Qatar v Iran
Indonesia v Bahrain

11 Oktober 2011
Iran v Bahrain
Indonesia v Qatar

11 November 2011
Qatar v Indonesia
Bahrain v Iran

15 November 2011
Qatar v Bahrain
Indonesia v Iran

29 Februari 2012
Iran v Qatar
Bahrain v Indonesia

31 Juli 2011

Hasil Drawing Babak III Pra Piala Dunia 2014



Indonesia masuk grup
yang relatif berat di
putaran ketiga Pra Piala
Dunia 2014 zona Asia.
Tergabung di Grup E, tim
Garuda akan bersaing
dengan Iran, Qatar, dan
Bahrain.

Dalam drawing di Rio de
Janeiro, Minggu
(31/7/2011), Indonesia
yang masuk Pot 4 harus
meladeni negara-negara
tangguh dari Asia Barat.
Iran adalah peringkat 54
dunia, Qatar adalah
perempatfinalis Piala Asia
2011, sementara Bahrain
nyaris lolos ke Piala Dunia
2006.

Persaingan sengit akan
terjadi di Grup C dan Grup
D. Di Grup C, Jepang akan
bertemu kuda hitam
Uzbekistan, Suriah, dan
negara yang sepakbolanya
sedang bangkit, Korea
Utara.

Di Grup D, Australia akan
saling bunuh dengan Arab
Saudi dan Oman. Thailand
akan mencoba
peruntungannya di
tengah kepungan tiga
negara kuat di atas.

Dari lima grup ini, dua
peringkat teratas akan
lolos ke putaran keempat.
Putaran keempat berisi 10
negara yang terbagi ke
dalam dua grup.

Dari dua grup di putaran
keempat, juara dan
runner-up akan langsung
lolos ke putaran final.
Dua negara yang
menempati peringkat
ketiga akan saling beradu
dalam babak playoff.

Pemenang playoff akan
bertemu dengan
penghuni peringkat
kelima zona Amerika Latin
untuk memperebutkan
satu tiket ke putaran
final.

Hasil drawing putaran
ketiga Pra Piala Dunia
2014 zona Asia:

Grup A:
China
Yordania
Irak
Singapura

Grup B:
Korea Selatan
Kuwait
Uni Emirat Arab
Lebanon

Grup C:
Jepang
Uzbekistan
Suriah
Korea Utara

Grup D:
Australia
Arab Saudi
Oman
Thailand

Grup E:
Iran
Qatar
Bahrain
Indonesia

29 Juli 2011

Jalan Masih Panjang




Kelolosan Indonesia ke
babak ketiga Kualifikasi
Piala Dunia 2014 patut
dirayakan. Tapi 'Merah
Putih' tak boleh
bereuforia terlalu lama
karena jalan menuju
Brasil masih terbentang
panjang dan berliku.

Keberhasilan Indonesia
menekuk Turkmenistan
4-3 dalam laga leg II
Babak Kedua, Kamis
(29/7/2011) sudah cukup
memberikan tiket
tersebut. Firman Utina cs
lolos dengan agregat total
5-4, setelah bermain
imbang 1-1 di laga
pertama.

Hasil yang dicapai
semalam jadi awal yang
manis bagi kepengurusan
baru PSSI di bawah
pimpinan Djohar Arifin
Hussin, setelah terbentuk
awal bulan ini.

Selain tentunya kesan
pertama yang
mengesankan sudah
diperlihatkan pelatih baru
asal Belanda, Wim
Risjbergen, yang
menggantikan posisi
Alfred Rield dengan
proses yang cukup
kontroversial dan
(mengaku) sudah
dikontrak untuk dua
tahun ke depan.

Tapi dari itu semua
pastinya kemenangan ini
membawa asa baru bagi
pecinta sepakbola di
Tanah Air bahwa timnas
Indonesia masih punya
peluang bangkit dan
berprestasi ke depannya,
setelah polemik
berkepanjangan pada
rezim Nurdin Halid.

Apapun harapan tentunya
pasti ada dan dibarengi
usaha keras serta kuasa
Tuhan, bukan tak
mungkin empat tahun lagi
kita akan melihat lagu
Indonesia Raya
berkumandang bersama
31 negara peserta Piala
Dunia lainnya.

Namun demikian harus
diingat jalan menuju ke
sana masihlah panjang,
karena setelah lolos dari
hadangan Turkmenistan,
'Pasukan Garuda' harus
berjibaku dengan 19
negara Asia lainnya di
babak ketiga yang
menggunakan sistem
grup.

Dengan peringkat FIFA
terakhir yakni 137,
Indonesia berada di Pot 4
bersama Korea Utara,
Thailand, Singapura dan
Lebanon. Dari undian
yang akan dilaksanakan di
Rio De Janiero, 31 Juli
besok, Indonesia punya
kans berada satu grup
dengan raksasa-raksasa
Asia.

Di Pot 1 ada Jepang,
Australia, Korea Selatan,
Iran dan China. Sementara
di Pot 2 ada Uzbekistan,
Qatar, Jordania, Arab
Saudi dan Kuwait. Sementara itu di
Pot 3 ada Bahrain, Suriah,
Oman, Irak dan Uni Emirat
Arab.

Babak ketiga kualifikasi
PD 2014 Zona Asia akan
dimulai pada 2 September
hingga 29 Februari 2012
dan Indonesia akan
menjalani enam laga yang
berat. Dari lima grup yang
ada, hanya juara serta
runner up yang berhak
melaju ke fase keempat
alias yang "saringan"
terakhir peserta dari
'Benua Kuning'.

Jika Indonesia lolos ke
babak keempat (yang
hanya bisa didapat
dengan menjadi juara
atau runner up grup),
maka bakal ada lagi fase
grup yang harus dijalani
mereka, sejak tanggal 3
Juni 2012 hingga 18 Juni
2013. Juara dan runner up
dari dua grup yang ada
berhak lolos langsung ke
putaran final, sementara
untuk peringkat ketiga
grup akan menjalani
empat laga di fase
playoff.

Melihat secara garis besar
dua fase tersebut, tentu
bukit terjal harus didaki
para arjuna untuk
mencapai impiannya
bermain di pesta
sepakbola dunia empat
tahunan itu. Apalagi ke
depannya masih banyak
pekerjaan rumah yang
harus diselesaikan
Risjbergen dkk untuk
membentuk tim yang kuat

Namun sebelum kickoff
pada 12 Juni 2014, seluruh
masyarakat Indonesia
boleh berharap timnas
bisa berbicara banyak di
sana. Semoga!

25 Mei 2011

Surat Terbuka Syamsir Alam : JANGAN RENGGUT MIMPI KAMI!...


Syamsir Alam menumpahkan kegusarannya atas Kongres PSSI yang tidak menghasilkan apapun akhir pekan lalu

Berikut surat terbuka Syamsir Alam, dilansir GOAL.com (24/05).

"Kepada yang terhormat
bapak-bapak anggota
PSSI,
Ini mungkin curhatan atau
isi hati kami sebagai anak
bangsa.

Kami baru saja ingin memetik atau mewujudkan mimpi kami.

Sepakbola adalah mata
pencaharian kami untuk
menghidupkan keluarga
kami, dan untuk
mewujudkan mimpi kami
bermain di Piala Dunia.

Kami berlatih bersimbah
keringat dan bahkan
terkadang bertumpah
darah pun kami alami.

Tetapi sekarang kenapa
ada orang-orang yang
hanya mementingkan
kepentingan pribadinya
masing-masing sehingga
merusak mimpi jutaan
anak Indonesia.

Apakah kami pantas
mendapatkan itu?
Apakah
ada orang yang pantas
merenggut mimpi kami?

Mungkin sebagai seorang
remaja muda, saya tidak
mengetahui banyak hal,
tetapi kenapa bapak-
bapak harus berdebat
sampai bercekcok mulut
ketika ada kongres yang
bisa menjadi sarana bagi
kita bekerja sama dan
bergotong royong untuk
membangun sepakbola?

Padahal, kebangkitan
sepakbola kita baru saja
hendak dimulai. Tolong,
jangan ambil mimpi kami,
bapak-bapak yang saya
hormati. Lihatlah ke arah
kami sedikit, bayangkan
jika bapak-bapak berada
di posisi kami. Bayangkan
betapa getirnya perasaan
anak remaja yang baru
saja ingin meraih mimpi,
tetapi kemudian direbut
oleh orang-orang yang
haus kedudukan.

Kami tidak pantas
mendapatkannya.

Sebagian dari kami akan
hidup dari sepakbola, dan
jika harus begini apa yang
dapat kami lakukan kelak.

Barangkali bapak-bapak
tidak menghiraukannya, tetapi tolonglah berpikir
dengan hati nurani yang
jernih. Kami sudah
mengorbankan banyak hal
untuk mencapai mimpi.

Kami tinggalkan sekolah
kami, keluarga kami,
melewatkan masa-masa
muda kami untuk meraih
mimpi dan mengabdi
kepada bangsa dan tanah
air yang tercinta ini.

Sekali lagi, JANGAN
RENGGUT MIMPI KAMI!"

05 Maret 2011

Sejarah PSSI Dan Sepakbola Indonesia


PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia) dibentuk pada 19 April 1930 di Yogyakarta.
Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di zaman penjajahan
Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan.
Jika meneliti dan menganalisa saat-saat sebelum, selama dan sesudah kelahirannya, sampai lima tahun pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, jelas sekali bahwa PSSI lahir, karena dibidani politisi bangsa yang baik secara langsung maupun tidak, menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih-benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia.

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Dia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sizten en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Di sana ia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu.
Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut.
Untuk mengenang jasanya, PSSI rutin menggelar kompetisi Piala Soeratin.

Begitu PSSI terbentuk, Soeratin dkk segera menyusun program yang pada dasarnya “menentang” berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui NIVB. PSSI melahirkan “stridij program” yakni program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa yang telah ada. Kepada setiap bonden/perserikatan diwajibkan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II, selanjutnya di tingkatkan ke kejuaraan antar perserikatan yang disebut “Steden Tournooi” dimulai pada tahun 1931 di Surakarta.

Kegiatan sepakbola kebangsaan yang digerakkan PSSI, rupanya mampu menggugah Raja Surakarta Susuhunan Paku Buwono X. Kemudian dia mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampunya, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan “Sepakbola Kebangsaan”. Stadion itu diresmikan Oktober 1933.
Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar.

Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo.

Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI.
Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria “Winner Sport Club“ pada tahun 1936.

Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, namun para pemainnya bukanlah berasal dari PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi/Tionghoa. Hal tersebut sebagai aksi protes Soeratin, karena dia menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka, yakni perjanjian kerjasama yang disebut “Gentelemen’s Agreement” yang ditandatangani oleh Soeratin (PSSI) dan Masterbroek (NIVU) pada 5 Januari 1937 di Jogyakarta. Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda).
Dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak perjanjian dengan NIVU tersebut.

Masuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi, karena Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan produk Jepang, kemudian masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).

Dalam perkembangannya PSSI telah menjadi anggota FIFA sejak tanggal 1 November 1952 pada saat kongres FIFA di Helsinki. Setelah diterima menjadi anggota FIFA, selanjutnya PSSI diterima pula menjadi anggota AFC (Asian Football Confederation) tahun 1952, bahkan menjadi pelopor pula pembentukan AFF (Asean Football Federation) di zaman kepengurusan Kardono, sehingga Kardono sempat menjadi wakil presiden AFF untuk selanjutnya Ketua Kehormatan.

(Dikutip dari berbagai sumber)

24 Februari 2011

Padamu Putra Papua Kami Berharap


Oktovianus Maniani dan Titus Bonai, terlihat
dominan saat Timnas Indonesia menjamu Turkmenistan
pada leg 1 Pra Olimpiade di stadion Jakabaring Palembang. Titus adalah nama baru di Timnas, tetapi anak muda dari Papua ini sempat memukau khalayak
pencinta bola Indonesia, saat sodokan tumitnya membuka gol cantik pada menit ke 13’, di babak pertama.
Titus, memanfaatkan eksekusi tendangan bebas
Okto, yang juga adalah sama berasal di bumi cenderawasih. Okto, bukan nama baru. Pemain muda bertalenta ini, telah bersinar di piala AFF kemarin. Okto, juga menjadi andalan di klub Sriwijaya FC, sehingga sempat seolah terjadi perebutan terhadapnya antara Alfred Riedl, yang lagi memingitnya di Timnas U-23 dan pelatih Ivan Kolev yang berharap Okto tetap membela Sriwijaya FC.

Tim Garuda kalah 1-3 dari the green man, julukan timnas Turkmenistan, itu
kenyataan. Gol Amanov, Alexander dan vahyt membawa pil pahit bagi Timnas meraih
kemenangan di kandang sendiri. Walau demikian,
Kekalahan itu tetap tidak bakal membawa diri ini, lantas mencibir apalagi mencela asuhan pelatih Alfred Riedl ini. Memang, Riedl terkesan seolah masih menjadikan Yongki Aribowo dkk, seperti sebuah eksprimen. Masih
mencari pola jitu meramu skuad merah putih, tetapi usahanya tidak bisa dibilang sia-sia.
Empat kali ancaman ke gawang lawan, di babak kedua dengan keberanian dan keahlian men-dribbling bola, seolah saya dipertontonkan pola main tarian samba ala Brasil.

Adalah Okto dan Titus sang mutiara Hitam dari Papua, mencipta ke empat peluang itu. Okto, seperti Robinho yang kecil dan lincah dan Titus ibarat Ronaldinho sang
penerobos. Pengandaian ini mungkin berlebihan, tetapi setidaknya itulah harapan.

Okto, memang sepertinya dijadikan andalan sang pelatih. Pemain bertubuh mungil dan kadang lucu dengan tawa cengirnya ini, bolak balik ke depan dan ke belakang.
Menyusur lapangan di sayap kiri, dan kadang mengibaskan sayapnya ke tengah mengatur
serangan. Keberaniannya
baku hantam dengan pemain jangkung,
berbuah tusukan lutut di kepalanya yang sempat membuatnya puyeng.
Okto, tetap bangkit dan memberi spirit petarung pada kawan setimnya.

Skill Individu Tim Garuda, masihlah di atas dari tim tamu Turkmenistan,
setidaknya para pemain depannya. Pertahanan
Timnas U-23 ini, juga kokoh sebelum dua gol di menit-menit terakhir itu memecah konsentrasinya.
Yah, kelemahan skuad timnas kita, memang pada konsentrasi. Sama, ketika Timas Senior bertandang ke Bukit Jalil. Hanya karena laser, tim Garuda keok dari tim harimau Malaysia.

Dua gol, Turkmenistan di
babak kedua hanya dengan memanfaatkan
tiga peluang. Celakanya, dua dari tiga peluang itu bersarang ke gawang Kurnia Meiga. Gol-gol itupun tercipta mengejutkan, bukan karena dirancang dengan serangan apik, tetapi bola-bola lambung yang
mengandalkan postur tubuh. Kecuali gol kedua dari Vahyt, yang memang karena skill individu pemain berumur 19 tahun ini. Tetapi tetap saja, itu karena umpan lambung.

Timnas kita, mencipta empat peluang dan semua berbahaya, tetapi tak berbuah gol. Peluang itu terancang dengan apik, dari kaki ke kaki dengan skill individu yang
lumayan, seperti harapan Riedl. Sayang, Dewi keberuntungan tidak berpihak pada Titus, Yongki, dan Rishadi yang mendapatkan peluang itu dari assist yang di cipta Okto.

Masihkah kita ingin mencela Timnas? Ataukah kekalahan ini akan kita hubungkan dengan suksesi PSSI. Akh, saya mencoba menghindari dari
mentalitas pencela.
Melihat yang positif saja, membangun harapan.
Harapan adalah Do’a.
Daripada mencaci
kegelapan, lebih baik kita nyalakan lilin harapan.
Harapan yang potensinya tercapai, karena Timnas sementara membangun mentalitas juara. Kualitas pemainnya tidak jelek-jelek amat, kecuali kelemahan di posisi tengah.

“Timnas kita, baik di depan dan juga di belakang. Hanya pemain tengah begitu mudah kehilangan bola”,
Kelihatan memang, bahwa tim lawan begitu sulit menembus kotak penalti, dan juga dibuat repot saat Okto, Titus, dan Yongki, meringsek masuk ke gawang Geldiyev Batyrke.

Janji Asisten pelatih, Wolfgang Pikal bahwa timnya akan berusaha menghindari permainan bola-bola atas saat melawan Turkmenistan,
sepertinya tidak terjadi di babak pertama dan di awal babak kedua.

Kelemahan pemain tengah mengharuskan pemain belakang selalu saja melambungkan bola ke depan. Serangan para winger yang diharapkan bergerak cepat menembus pertahanan kokoh the green man, baru terjadi setelah kebobolan 2 gol.

Pelatih Riedl, sepertinya butuh kapten U23, sekaliber Firman Utina yang lihai membagi bola, dan sesekali menyerang.
Yongki, yang harus diganti di babak kedua belum mampu menyamai kapten timnas senior ini. Di lini depan, sepertinya saya rindu dengan Irfan Bachdim. Keahliannya memainkan bola, sepertinya tepat ditandemkan dengan Okto dan Titus.

Yah, kerinduan saya akan Irfan, sama dengan kegemasan saya, saat Boaz Salossa tidak memperkuat Timnas senior di piala AFF kemarin. Riedl memang tegas, ia patuh dengan regulasi PSSI. Apakah PSSI yang kini seolah Parpol itu patuh dengan aturannya?
Entah, yang pasti pada bulan Maret nanti saat away timnas ke Turkmenistan, akan muncul ketua baru PSSI.
Ketua yang mungkin hanya di ‘baru’kan.
Timnas telah
beregenerasi, seharusnya sang nahkoda PSSI tidak juga keasyikan dengan status quonya.

27 Januari 2011

Skuad Inti Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia telah merilis nama-nama skuad inti yang akan diturunkan pada laga pra olimpiade dan juga dipersiapkan untuk Sea Games 2011, serta akan diproyeksikan untuk Piala Dunia 2014.

Berikut nama-nama skuad inti tersebut



Andi Darussalam Tabusalla
Posisi: Penjaga gawang (karena badannya gemuk, jadi lebih cocok sebagai penjaga gawang, sebab jika sebagai striker di khawatirkan larinya kurang kencang).


Nurdin Halid
Pos: Belakang (Nurdin cocok jadi bek karena sangat pandai mengatur ritme dalam bertahan, buktinya selama ini sudah sangat banyak desakan untuk mundur, tapi Nurdin tetap keukuh dalam bertahan)


Arifin Panigoro
Pos: Belakang (akan saling bahu membahu dengan Nurdin dalam menghalau serangan lawan, dan melupakan segala perseteruan yg ada)


Nirwan D Bakrie
Pos: Belakang (semakin komplit pertahanan timnas Indonesia, apalagi Nirwan sangat solid dalam bertahan, khususnya mempertahankan kedudukan Nurdin)


Djoko Driyono
Pos: Tengah


Iman Arif
Pos: Tengah


Togar Manahan Nero
Pos: Tengah (main ngotot tp emosi tdk terkontrol, Ismail Saleh Mukadar pun hampir ditonjoknya)


Nugraha Besoes
Pos: Tengah (sering ga becus permainannya)


Iwan Budianto
Pos: Tengah


Aburizal Bakrie
Pos: Depan


Gayus Tambunan
Pos: Depan (jangankan membobol gawang lawan, membobol duit negara aja gampang kok!).

26 Januari 2011

'UFO' Tuntut Nurdin Turun


Fenomena munculnya crop circle yang diduga
dibikin oleh UFO (Uniedntified Flying Object) di Sleman memantik
kreativitas lain. Kreativitas ini diarahkan pada kritik terhadap keberadaan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

Kalau di Sleman menggunakan media tanaman padi di persawahan, crop circle ini sebatas olahan gambar dengan latar persawahan.
Tampaknya, penciptanya mengesankan bahwa crop circle muncul di wilayah Bali. Memang, PSSI baru saja menggelar kongres tahunan di Bali.

Gambar memperlihatkan logo PSSI berwarna hijau tua. Di bawah logo terdapat tulisan besar, yakni "Turunkan Nurdin".

Pencipta crop circle ini mungkin berlatar belakang pecinta bola yang ingin terjadi suksesi dalam kepengurusan PSSI.

Dalam satu tahun terakhir, pecinta bola di tanah air memang getol
menyuarakan tuntutan agar Nurdin Halid turun.
Tuntutan itu kerap diteriakkan dalam laga-laga di kompetisi Indonesia Super League dan kompetisi Liga Primer Indonesia.
Bahkan, teriakkan juga muncul dalam pertandingan timnas Indonesia saat berlaga di Piala AFF 2010. Padahal saat itu pertandingan disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sayangnya, tuntutan itu tampaknya sulit terwujud karena ada rencana bahwa Nurdin
Halid menjadi calon tunggal dalam Kongres Luar Biasa PSSI yang digelar bulan Maret mendatang.

08 November 2010

Jadwal Barito Putera


Berikut Jadwal Pertandingan Barito Putera di Divisi Utama 2010-2011.

Kenapa cuma jadwal Barito?

Karena aku salah satu penggemar berat Barito Putera...hehehe...


PUTARAN I

1. Jum’at 19 November 2010
Barito Putra vs Persiba Bantul
2. Senin 22 November 2010
Barito Putra vs PSS Sleman
3. Sabtu 27 November 2010 PSIR Rembang vs Barito Putra
4. Rabu 1 Desember 2010
Persiku vs Barito Putra
5. Senin 6 Desember 2010
Barito Putra vs PSMP Mojokerto
6. Jum ’at 10 Desember 2010
Barito Putra vs Persipro
7. Kamis 16 Desember 2010
PSBI Blitar vs Barito Putra
8. Senin 20 Desember 2010 Persekam vs Barito Putra
9. Senin 3 Januari 2011
Barito Putra vs Persebaya
10. Jum ’at 7 Januari 2011
Barito Putra vs Persigo Gorontalo
11. Jum ’at 21 Januari 2011
Perserui vs Barito Putra
12. Selasa 25 Januari 2011
Persidafon vs Barito Putra


PUTARAN II

13. sabtu 12 Maret 2011
Barito Putra vs Perserui
14. Rabu 16 Maret 2011
Barito Putra vs Persidafon
15. Senin 28 Maret 2011
Persebaya vs Barito Putra
16. Jum ’at 1 April 2011
Persigo vs Barito Putra
17. Selasa 5 April 2011
Barito Putra vs PSBI
18. Sabtu 9 April 2011
Barito Putra vs Persekam
19. Kamis 14 April 2011
PSMP vs Barito Putra
20. Minggu 17 April 2011
Persipro vs Barito Putra
21. Kamis 21 April 2011
Barito Putra vs PSIR
22. Senin 25 April 2011
Barito Putra vs Persiku
23. Senin 2 Mei 2011
Persiba vs Barito Putra
24. Jum ’at 6 Mei 2011
PSS vs Barito Putra



13 – 19 Mei 2011 (8 Besar Divisi Utama)
Kamis 2 Juni 2011
(Semifinal Divisi Utama)
Minggu 5 Juni 2011 (Final Divisi Utama)


Bravo Barito!...

Haram manyarah!
Waja sampai kaputing!.....

25 Agustus 2010

Persipas Paser Di Grup VIII

Pada musim kompetisi 2010 ini Divisi I akan diselenggarakan dengan sistem turnamen kandang atau home-tournament selama lima putaran. Ini berbeda dengan musim kompetisi lalu yang digelar dengan sistem home & away.

Salah satu pertimbangannya, "di khawatirkan
terkendala pilkada, karena sebagian besar dari peserta kompetisi tahun ini daerahnya masih melaksanakan pilkada,"
ungkap Ketua BLAI PSSI, Iwan Budianto, Sabtu (21/8) di Senayan.

Tahun ini tergelar sebanyak 244 pilkada, baik provinsi, serta kabupaten atau kota. Menurut catatan dari total 244 pilkada itu, sebagian besar justru baru akan diselenggarakan beberapa bulan di depan.

Data dari Manual Liga Divisi I Liga Indonesia XVI-2010 menyebutkan, pertandingan putaran pertama dilaksanakan mulai 26 September. Dua peringkat teratas setiap grup lolos ke putaran II, yakni sebanyak 24 tim.
Putaran II digelar mulai 25 Oktober, seluruh peserta dibagi dalam delapan grup dengan masing-masing tiga peserta. Di sini urutan pertama dan kedua setiap grup lolos ke putaran III.

Pada putaran III, 16 tim peserta akan dibagi dalam empat grup dengan masing-masing empat tim peserta. BLAI merencanakan menggelar putaran III ini mulai 10 November, dengan dua peringkat teratas lolos ke putaran empat. Di putaran IV, ke-8 tim peserta akan ditempatkan dalam dua grup. Urutan pertama dan kedua setiap grup maju ke putaran V atau final. Pertandingan putaran IV diharapkan bisa dilaksanakan mulai 17 November, dengan BLAI sebagai pelaksana.
Pertandingan putaran V juga akan dilaksanakan oleh BLAI, direncanakan mulai 28 November, untuk perebutan gelar juara dan penentuan peringkat 3-4.

Berkaitan dengan promosi dan degradasi, data dari Manual Liga Divisi I Liga Indonesia XVI-2010 menunjukkan, dari musim kompetisi 2010 ini enam klub teratas berhak promosi ke Divisi Utama pada musim 2011.
Sementara untuk degradasi, 12 tim yang menempati urutan terbawah pada penyisihan grup putaran pertama akan terdegradasi ke Divisi II.

PEMBAGIAN GRUP DIVISI I

GRUP 1: 1.Aceh Utara FC, 2. Persidi Idi, 3. Persas Sabang, 4. PSAB Aceh Besar, 5. Medina Medan Jaya

GRUP II : 1.PSPP Padang Panjang, 2. PSP Padang, 3. PS Bangka, 4. PS Siak, 5. Persibabar Bangka Barat,
6. Persires Rengat

GRUP III : 1.PSBL Langsa, 2. PSSA Asahan. 3. Persebsi Sibolga, 4. Persiju Sijunjung, 5. PSGL Gayo Luwes

GRUP IV : 1.Persikasi Bekasi, 2. Persip Pekalongan, 3. Persika Karawang, 4. Persip Pati, 5. Persitema Temanggung,
6. PSBL Lampung

GRUP V : 1. Jakarta Timur FC, 2. PSBK Blitar, 3. Persikad Depok, 4. PSB Bogor, 5. Pesik Kuningan

GRUP VI : 1.Persid Jember, 2. Persida Sidoarjo, 3. Persibat Batang, 4. Persik
Kendal, 5. Persebi Boyolali

GRUP VII : 1 Madiun Putra FC, 2. Persipur Purwodadi, 3. Persekaba Blora, 4. Persipon Pontianak, 5. Persekam Pamekasan

GRUP VIII 1.KSB Sumbawa Barat, 2. Persiko Kota Baru, 3. PERSIPAS PASER, 4. Persekabpas Pasuruan, 5. Persebi Bima

GRUP IX : 1.Persewangi Banyuwangi, 2. Persista Sintang, 3. Persedikab Kabupaten Kediri, 4.Persis Solo, 5. Perrsewon Wondama

GRUP X : 1.PSKT Tomohon, 2. Persibul Buol, 3. Persipal Palu, 4. Persikos Kota Sorong

GRUP XI : 1.Persin Sinjai, 2. Yahukimo FC, 3. Persikota Tikep

GRUP XII : 1.Persitoli Tolikara, 2. Persigubin Gunung Bintang, 3. PSBS Biak, 4. Persias Asmat.

Persipas Paser kemungkinan akan kembali bertanding di Sumbawa Barat, karena sejauh ini di Grup VIII hanya KSB Sumbawa barat yang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah pada putaran pertama.



http://isaucoklut.blogspot.com/2010/08/persipas-paser-di-grup-viii.html

13 Juli 2010

Fatih Terim Pelatih Timnas?





Dalam beberapa hari ini nama Fatih Terim tiba-tiba ramai menjadi pembicaraan masyarakat penggemar sepakbola tanah air. Pelatih asal Turki itu kini disebut-sebut bakal menangani tim nasional Indonesia yang terus-menerus keok di ajang sepakbola internasional.

Heboh soal Terim berawal dari tekad Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mencari pelatih berkelas dunia untuk mengangkat prestasi timnas senior. Keinginan Presiden itu langsung ditindaklanjuti Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarengeng. Saat mengikuti lawatan Presiden ke Turki beberapa waktu lalu, Menteri Andi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan telah menemui Fatih Terim.


Siapa Fatih Terim?

Terim memang bukan sembarang pelatih. Capaiannya menangani Turki, terkhusus saat dengan gemilang membawa Turki menembus semifinal Piala Eropa 2008, membuat ia dinobatkan sebagai pelatih terbaik Eropa.

Selain itu, Terim juga mendapat penghargaan sebagai pelatih terbaik versi World Soccer Magazine dan Eurosport.

Terim mengawali prestasinya saat menangani tim nasional Turki U-21 tahun 1990-1993. Tiga tahun menangani Turki U-21, dia didaulat menahkodai tim senior Turki selama tahun 1993 –1996. Tiga tahun meramunya, Terim berhasil meloloskan Turki untuk pertama kali dari babak kualifikasi Piala Eropa 1996.

Terim kemudian melatih klub-klub besar Eropa.
Sebut saja Galatasaray (1996–2000 dan 2002–2004), Fiorentina (2000–2001), dan AC Milan (2001). Di dunia liga profesional, kiprahnya juga mencorong. Ia berhasil membawa Galatasaray menjuarai Piala UEFA pada tahun 2000 setelah menaklukkan Arsenal.

Setelah malang-melintang di klub, Terim pada tahun 2005 –2009 kembali ke tanah kelahirannya.
Setahun setelah menggapai puncak prestasinya, saat menghantarkan Turki melaju ke semi final Piala Eropa 2008, pada 11 Oktober 2009 Terim mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih Turki.

Seberapa kansnya melatih tim Merah-Putih? Masih harus kita tunggu.

12 Juli 2010

Spanyol Jadi Yang Ke-8

Keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia tidak hanya mengukir sejarah bagi negara tersebut. Prestasi itu juga menjadikan mereka negara kedelapan yang jadi juara dunia.

Spanyol menjadi juara usai menundukkan Belanda 1-0 di final yang berlangsung Senin (12/7/2010) dinihari WIB.

Ini merupakan kali pertama negara berjuluk La Furia Roja itu menjadi juara dunia.

Sejarah bukan hanya menjadi milik Spanyol, namun juga persepakbolaan dunia.
Negeri Matador merupakan negara kedelapan yang berhasil menjadi raja dunia sejak Piala Dunia digulirkan pada 1930. Spanyol menyusul Brasil, Italia, Jerman, Argentina, Uruguay, Inggris, dan Prancis.

Ini juga merupakan kali pertama dunia memiliki "raja" baru sejak terakhir kali Prancis bertahta pada tahun 1998

Berikut daftar juara piala dunia sejak 1930

World Cup Ke 1
1930 di Uruguay
Juara: Uruguay

World Cup Ke 2
1934 di Italia
Juara: Italia

World Cup Ke 3
1938 di Prancis
Juara: Italia

World Cup Ke 4
1950 di Brasil
Juara: Uruguay

World Cup Ke 5
1954 di Swiss
Juara: Jerman Barat

World Cup Ke 6
1958 di Swedia, juara: Brasil

World Cup Ke 7
1962 di Chile
Juara: Brasil

World Cup Ke 8
1966 di Inggris
Juara: Inggris

World Cup Ke 9
1970 di Meksiko
Juara: Brasil

World Cup Ke 10
1974 di Jerman Barat
Juara: Jerman Barat

World Cup Ke 11
1978 di Argentina
Juara: Argentina

World Cup Ke 12
1982 di Spanyol
Juara: Italia

World Cup Ke 13
1986 di Mexico
Juara: Argentina

World Cup Ke 14
1990 di Italia
Juara: Jerman Barat

World Cup Ke 15
1994 di Amerika Serikat
Juara: Brasil

World Cup Ke 16
1998 di Prancis
Juara: Prancis

World Cup 17
2002 di Korea Dan Jepang
Juara: Brasil

World Cup Ke 18
2006 di Jerman
Juara: Italia

World Cup Ke 19 2010 di Afrika Selatan
Juara: Spanyol.




http://isaucoklut.blogspot.com/2010/07/spanyol-jadi-yang-ke-8.html

05 Juli 2010

Mengenang Meksiko 1986



Tahun 1986 merupakan tahun gemilang bagi persepakbolaan Meksiko, tuan rumah Piala Dunia waktu itu. Namun, bintang turnamen itu justru berasal dari Argentina, yakni sang kapten Diego Maradona. Pada tahun itu, Maradona meraih puncak kariernya di pentas internasional disertai kontroversi gol "Tangan Tuhan".

Tuan rumah Piala Dunia ke-13 sebetulnya diserahkan kepada Kolumbia. Karena masalah keuangan di negara tersebut, FIFA kemudian memindahkannya ke Meksiko.

Dalam hal infrastruktur, Meksiko yang pernah menjadi tuan rumah 16 tahun sebelumnya dianggap lebih siap dibanding calon lain yakni Kanada dan Amerika Serikat.

Delapan bulan sebelum penyelenggaraan PD 1986, negara di Amerika Utara itu sempat diguncang gempa bumi yang menewaskan 20.000 orang.
Untunglah gempa ini tak merusak 12 stadion tempat penyelenggaraan turnamen.

Tiga negara menjalani debut mereka di putaran final, yakni Kanada, Denmark, dan Irak.
Kanada dan Irak tersingkir di fase grup, demikian
pula dengan kontingen Korea Selatan, yang sempat mengundang decak kagum lewat tendangan-tendangan jarak jauh para pemainnya. Denmark dengan duo pemain depan Michael Laudrup dan Preben Elkjaer-Presen membuat kejutan dengan menguasai Grup E, salah satunya dengan menekuk
runner-up Jerman Barat di fase grup.

Pada turnamen kali ini, FIFA kembali memberikan peraturan baru dimana empat tim terbaik yang menduduki peringkat ketiga di masing-masing grup boleh ikut ke fase knock out bersama 12 tim yang menjadi juara dan runner-up grup. Berkat aturan ini, Belgia, Polandia, Bulgaria, dan Uruguay berhak lolos ke 16 besar. Belgia bahkan berhasil melangkah ke semifinal dengan menekuk Uni Soviet di perdelapan final dan menang adu penalti lawan Spanyol di perempat final.

Kejutan juga dibuat oleh Maroko. Mereka menjadi negara pertama dari Afrika yang berhasil lolos ke fase knock out setelah menjadi pimpinan Grup F.
Di babak 16 besar, langkah mereka langsung terhenti oleh Jerman Barat. Jerman Barat pula yang menyingkirkan tuan rumah Meksiko dalam laga alot di perempat final. Di babak ini pula, terjadi persaingan alot oleh setiap kontestan.
Dari empat laga yang berlangsung, hanya partai Argentina versus Inggris yang berakhir dalam waktu 90 menit. Partai lainnya harus diakhiri dengan adu penalti.

Argentina yang hanya sekali kalah pada laga kualifikasi kemudian menaklukkan Belgia di semifinal dengan skor akhir 2-0. Kedua gol dicetak oleh Maradona dan membuat jumlah golnya di turnamen tersebut menjadi lima gol.
Jumlah gol Maradona itu rupanya masih kalah dari top scorer asal Inggris, Gary Lineker. Lineker kemudian mendapat penghargaan Sepatu Emas, tetapi Maradona menjadi Pemain Terbaik berkat lima gol dan lima assist-nya dalam tujuh laga waktu itu. Salah satu gol tersebut ia buat dengan menggunakan tangan kiri ke gawang Inggris yang dijaga oleh Peter Shilton pada perempat final.

Gol pembuka Maradona di pertandingan itu kemudian dikenang sebagai "la mano de Dios" atau gol "Tangan Tuhan".
Gol keduanya, tiga menit setelah gol pertama, tercipta melalui aksi solo run dari lapangan tengah,
berbelok-belok mencari celah, sambil melewati lima pemain Inggris. Pada 2002, FIFA melakukan jajak pendapat dan menempatkan gol tersebut sebagai gol terbaik sepanjang abad.

Di final, Maradona tidak mencetak gol.
"Albicelestes" memimpin 2-0 lebih dulu, tapi Jerman Barat berhasil menyamakan skor. Enam menit menjelang bubar, Maradona memberikan assist cantik kepada Jorge Burruchaga dan terciptalah gol yang membawa armada Carlos Bilardo tersebut menjadi pemenang.
Maradona pun menjadi satu-satunya pemain yang begitu dominan dalam sejarah Piala Dunia.

Secara keseluruhan, tercatat 80 pemain mencetak gol di turnamen ini. Dari 132 gol, Argentina mencatat jumlah gol paling banyak yakni 15 gol, adapun Kanada menjadi satu-satunya tim yang sama sekali tak menjebol gawang lawan.
Uni Soviet yang didominasi oleh pemain-pemain Dynamo Kiev mencatat skor terbesar pada penyisihan grup yakni saat mengalahkan Hungaria dengan 6-0.

Meksiko mengandalkan top scorer La Liga Spanyol, Hugo Sanchez, tapi dia justru menghabiskan banyak waktu untuk memprotes wasit dan melakukan pelanggaran yang tak perlu. Meski kalah di perempat final, "El Tri" memperlihatkan penampilan menawan dan itu merupakan penampilan terbaik mereka di Piala Dunia.

Jerman Barat, Inggris, dan Brasil masih seperti sebelumnya mengandalkan pemain-pemain bintang yang sudah menapak usia senja.
Karl-Heinz Rummenigge, Michel Platini, dan Zico diberi kesempatan dalam laga terakhir mereka di Piala Dunia, tapi hanya Platini yang tampil cukup bagus. Rummenigge dan Zico berkutat dengan cedera lutut dan jarang bermain 90 menit penuh.

Platini dkk akhirnya bertemu Zico cs pada perempat final di Guadalajara. Platini berhasil menyamakan skor 1-1 dan pertandingan pun akhirnya harus dilanjutkan lewat adu penalti. Zico berhasil menunaikan tugas sebagai algojo, sementara Platini gagal mencetak gol dari titik putih. "Les Blues" akhirnya menang dan Platini pun bertemu Rummenigge cs di semifinal.

Pemain termuda di turnamen ini adalah pemain tuan rumah F.J. Cruz, sedangkan pemain tertua adalah Pat Jennings, kiper Irlandia Utara. Itulah Piala Dunia terakhir bagi Jennings, tepat pada usia 41 tahun. Ia menjadi satu-satunya kiper yang pernah bermain dalam enam periode Piala Dunia.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1986
Top skor Gary Lineker (Inggris, 6
gol)
Diego Maradona (Argentina, 5 gol)
Careca (Brasil, 5 gol)
Emilio Butragueno (Spanyol, 5 gol)

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 52
Total gol yang tercipta 132
Rata-rata gol per pertandingan 2,54
Kartu merah 8
Kartu kuning 137
Gol bunuh diri 1
Total penonton 2.407.431
Rata-rata penonton 46.297 per laga



(Sumber: Kompas.com).

04 Juli 2010

Ada Apa Dengan Messi?


Penampilan Lionel Messi di Piala Dunia 2010 tidak sesuai dengan harapan.
Pelatih Argentina Diego Maradona langsung pasang badan untuk membela "titisan"-nya tersebut.

Musim 2009/2010, Messi tampil luar biasa bersama Barcelona. Dalam dua kejuaraan yakni La Liga dan Liga Champions, Messi menjadi top skorer.

Meski demikian pemain terbaik dunia tahun 2009 itu tidak membukukan gol hingga akhir perjalanan Argentina di Afrika Selatan.

Penampilan pemain kelahiran 24 Juni 1987 itu juga masih belum sesuai harapan. Messi yang begitu cemerlang di
Barcelona ternyata gagal mengangkat Argentina.

Seperti yang sudah-sudah, bisa jadi setelah kegagalan ini muncul kembali kritik kepada Messi yang untuk kesekian kalinya gagal memunculkan Messi-Barcelona kala ia berseragam Albiceleste.


Messi tak sanggup menahan tangisannya saat Argentina disingkirkan Jerman di babak perempatfinal Piala Dunia 2010.
Menurut sang pelatih Diego Maradona, itu menjadi bukti Messi seorang Argentina sejati.

Sebelumnya, Messi memang menjadi salah satu sosok yang juga sering menuai kritikan selain Maradona tentunya.
Beberapa fans Argentina menilai Messi tak serius saat membela Albiceleste.

Namun bagi Maradona, penyerang mungil berusia 23 tahun ini tetap menjadi yang terbaik dan telah memberikan segala kemampuannya untuk Argentina.

"Melihat Messi menangis di kamar ganti, siapapun yang mengatakan dia tak bangga mengenakan kostum (Argentina) adalah orang bodoh," ujar Maradona seperti dilansir USA Today, Minggu 4 Juli 2010.

Messi pantas menangis setelah perjalanan Argentina akhirnya terhenti setelah tumbang 4-0 di tangan Jerman.
Status sebagai Pemain Terbaik Dunia seakan semakin menguap setelah Messi tak mampu mencetak satu gol pun di Afrika Selatan.
Ada apa denganmu Messi?.

03 Juli 2010

Suarez "Pahlawan" Uruguay



Pertandingan
tinggal tersisa dalam hitungan detik. Bola
mengarah ke gawang Anda. Ada kesempatan
untuk menghentikannya
walau dengan cara yang salah. Apa yang akan
Anda lakukan?

Striker Uruguay Luis Suarez ada dalam situasi
itu pada laga perempat final Uruguay kontra
Ghana, Jumat, 2 Juli 2010.
Membiarkan bola masuk di saat-saat terakhir
perpanjangan waktu berarti membiarkan
timnya kalah.

Insting Suarez yang berada di garis gawang
telah menuntunnya untuk menghalau bola dengan
tangannya. Suarez rela mendapat kartu merah dan kemungkinan sanksi tambahan dari FIFA asalkan gawang timnya
tidak jadi bobol.

Risiko-risiko yang
diputuskan untuk diambil Suarez ternyata berujung
positif buat Uruguay.
Pemain Ghana Asamoah Gyan gagal menceploskan
bola dari titik penalti.

Uruguay pun kemudian menang lewat adu penalti.
Setelah skor 1-1 hingga 120 menit, Uruguay akhirnya unggul adu
penalti dengan skor 4-2.

Buat Suarez yang tanpa diragukan lagi telah melakukan tindakan tidak
sportif, tersingkir di perempat final akan terasa lebih menyakitkan
ketimbang harus
mendapat kartu merah.



Hukuman buat Suarez adalah tak bisa bertanding
selama dua pertandingan ke depan. Di semifinal Suarez tak bisa merumput saat melawan Belanda 7 Juli nanti. Pun jika Uruguay menang melawan
Belanda dan masuk ke final, Suarez juga masih tak boleh bertanding.

Meski dikecam, tapi Suarez adalah pahlawan bagi Uruguay. Sebenarnya
sebelum ia menggunakan
tangan menghalau bola ia juga menggunakan
kakinya untuk menghalau tendangan keras yang juga mengarah ke gawang saat
kemelut itu terjadi.
Dua kali aksinya itu benar-benar menyelamatkan
gawang Uruguay.

Aksi Suarez bermula dari
tendangan bebas yang diperoleh Ghana di menit
ke 120+2. Appiyah menendang bola ke arah pemain Ghana. Bola jatuh
ke kaki pemain Ghana dan ditendang ke arah gawang. Suarez dengan
kakinya memblok
tendangan itu. Bola masih
bergulir di kotak penalti dan terjadi kemelut di
mulut gawang. Pemain Ghana lalu menyundul
bola ke arah gawang.
Suarez yang tak bisa menjangkau dengan kepalanya lalu menggunakan tangannya untuk mengahalang bola.

Itulah sepakbola. Tapi, kau nakal Suarez!
Good bye Ghana, Good bye juga
Suarez, tapi belum untuk Uruguay.

30 Juni 2010

Jelang 8 Besar

Berikut tim-tim yang akan bentrok di perempat final piala dunia Afsel 2010

Jumat, 2 Juli 2010. Pukul
21.00 WIB
Belanda VS Brasil

Sabtu, 3 Juli 2010. Pukul
01.30 WIB
Uruguay VS Ghana

Sabtu, 3 Juli 2010. Pukul
21.00 WIB
Jerman VS Argentina

Minggu, 4 Juli 2010. Pukul
01.30 WIB
Spanyol VS Paraguay



Uruguay vs Ghana

Dua kuda hitam ini siap untuk memperebutkan
satu tempat di babak semifinal. Kemampuan
Uruguay tak bisa
dipandang sebelah mata,
apalagi mereka punya
penyerang-penyerang tajam seperti Luis Suarez dan Diego Forlan. Suarez
sudah mencetak tiga gol sejauh ini, sementara Forlan dua gol.

Tetapi Ghana juga punya motivasi kuat. Sebagai
satu-satunya wakil Afrika yang tersisa, mereka tak mau mengalah begitu
saja. Spirit ini terbukti ketika mereka mengandaskan Amerika Serikat di perdelapanfinal
melalui extra-time.
Asamoah Gyan, yang menjadi pahlawan The
Black Star dalam laga itu, juga patut diwaspadai
pertahanan Uruguay--
apalagi ia juga sudah mencetak tiga gol.

____
Brasil vs Belanda

Big Match pertama di babak perempatfinal yang merupakan ulangan dari
semifinal Piala Dunia 1998.
Kala itu Brasil
menyingkirkan Belanda lewat babak adu penalti
setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.

Brasil tengah
menunjukkan performa konsisten sejak fase grup hingga menyingkirkan
Chile 3-0 di
perdelapanfinal. Makin padunya trio Luis Fabiano-Kaka-Robinho di lini depan mereka bisa menjadi senjata mematikan. Belum lagi
kekuatan lini kedua yang
ditopang oleh Gilberto Silva serta kecepatan
sayap semodel Maicon dan Dani Alves.

Sementara Belanda telah
menemukan bentuk permainan terbaik mereka
sejak kembalinya Arjen Robben. Tak seperti
Belanda-Belanda
sebelumnya, skuad Bert Van Marwijk kali ini
memang tak tampil idealis
dengan Total Football murni, melainkan lebih
pragmatis. Wajar, Van Marwijk menggunakan
dua gelandang bertahan dalam skemanya. Namun, skema pragmatis ini
terbukti ampuh membawa Belanda sampai ke perempatfinal.



Argentina vs Jerman

Partai Big Match yang juga merupakan ulangan perempatfinal Piala Dunia 2006. Kala itu Jerman
menang melalui adu penalti setelah bermain
imbang 1-1 selama 120 menit. Mungkinkah ini
akan menjadi ajang pembalasan dendam oleh
Argentina?

'Tim Tango' punya modal kuat mengingat mereka punya sederet penyerang
berkualitas. Gonzalo Higuain tengah on form
dengan torehan empat golnya sejauh ini, pun
demikian dengan Carlos Tevez yang sudah mencetak dua gol. Jangan
lupakan juga Lionel Messi,
yang meski belum
mencetak gol, tetapi kerap merepotkan
pertahanan lawan dengan dribel bolanya.

Dari kubu Jerman, sejak kemenangan 4-1 atas Inggris, pasukan yang
dipimpin Joachim Loew ini dianggap sebagai Jerman
terbaik sepanjang masa.
Benarkah demikian?
Jawabannya bisa "Ya", andai mereka berprestasi
bagus dalam Piala Dunia kali ini, atau malah
menjadi juara. Setidaknya
arah ke sana sudah terbuka.

Dengan kecepatan Mesut
Ozil di lini tengah, duet Miroslav Klose-Lukas Podolski yang sama-sama sudah mencetak dua gol, serta kejutan Thomas Muller-- yang merupakan
top skorer Jerman di turnamen ini dengan tiga golnya--, Jerman punya potensi besar menyulitkan
Argentina.

Spanyol vs Paraguay

Spanyol tengah berusaha mengawinkan gelar Piala Eropa dengan Piala Dunia dan mereka berhadapan
dengan kuda hitam bernama Paraguay. Tim
yang disebut terakhir memang tak mudah
melangkahi Jepang di babak perdelapanfinal,
namun tetap saja tak bisa dipandang sebelah mata.
Terbukti, di fase grup mereka bisa menyulitkan
tim sekelas Italia, terlepas dari jebloknya
penampilan Gli Azzurri di turnamen ini.

Sedangkan Spanyol punya
kesolidan tim yang terdiri dari bek-bek tangguh,
gelandang-gelandang jago passing dan penyerang
yang haus gol. Hal ini ada dalam diri Gerard Pique-
Carles Puyol, Xavi
Hernandez-Andres Iniesta-
Xabi Alonso, serta David Villa.

Villa sudah mencetak empat gol sejauh ini, dan
mungkin saja bisa
bertambah lagi. Yang masih ditunggu dari
Spanyol adalah kapan Fernando Torres mulai
menemukan
ketajamannya.

Keempat laga di atas berpeluang menyajikan
pertarungan seru.
Sekarang, siapa yang Anda jagokan untuk
melaju ke babak
semifinal?


===================

25 Juni 2010

Tangguhnya Honda Jepang


Honda, Suzuki, Yamaha, hehehe ini bukan masalah motor...
Ini tentang Keisuke Honda bintang baru timnas Jepang

Nama Honda memang belum sepopuler Nakata
atau Nakamura. Sebab, berbeda dengan dua
seniornya yang bermain di liga top Eropa-- Nakata pernah bersama Perugia dan AS
Roma di Seri A, sementara Nakamura di Glasgow Celtic--, Honda "cuma"
bermain untuk CSKA Moskow.
Tapi, apa yang
ditampilkan pemuda 24 tahun tersebut di Piala
Dunia kali ini, sungguh bisa membuatnya
ditahbiskan menjadi bintang baru Jepang. Dan
itu bisa terbukti dengan dua gol yang sudah
dicetaknya sejauh ini.

Satu gol ia lesakkan ketika Jepang menundukkan Kamerun di laga pembuka Grup E.

Sementara satu lainnya adalah ketika menundukkan Denmark 3-1, hasil yang membuat Jepang melenggang ke
perdelapanfinal.

Gol teranyar Honda dicetak dengan cara yang
tergolong tak lazim di Piala Dunia kali ini:
tendangan bebas. Dari luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan kaki kiri melewati pagar betis Denmark. Bola
melengkung, sebelum akhirnya bersarang di tiang jauh gawang Thomas Sorensen.

Tak hanya sampai di situ, Honda juga mengarsiteki
gol ketiga Jepang. Di sini, ia meliuk-liuk mengecoh beberapa bek Denmark sebelum akhirnya
memberikan bola kepada Shinji Okazaki, yang
langsung menceploskan
bola ke gawang Sorensen.

Dengan satu gol dan satu assist, Honda layak disebut pahlawan
kemenangan Jepang dalam laga tersebut.

"Bagi Jepang, ini adalah kemenangan besar. Tapi, saya belum puas,"
tegasnya kepada Sky Sports.

"Pertandingan berikutnya lebih penting. Saya ingin menunjukkan kepada orang-orang Jepang bahwa tak ada yang mustahil," lanjutnya.

PROFIL


Informasi pribadi
Nama lengkap :
Keisuke Honda

Tanggal lahir :
13 Juni 1986

Tempat lahir :
Settsu, Prefektur Osaka, Jepang

Tinggi :
1.82 m (5 ft 12 in)

Posisi bermain :
Gelandang

Klub saat ini :
CSKA Moskwa

Nomor :
7

Tim nasional :

2005 Jepang U-20

2006 – 2008 Jepang U-23

2008 – kini Jepang

17 Juni 2010

Zakumi


Si Macan Tutul yang ceria
menjadi maskot Piala Dunia 2010, mewakili dunia safari yang begitu
lekat dengan benua Afrika tersebut. Nama
Zakumi berasal dari kata 'ZA' yang merupakan
kode internasional Afrika Selatan dan kata 'Kumi'
yang artinya sepuluh – sepuluh bahasa yang dimiliki Afrika Selatan.

Karakter Zakumi
sebenarnya sudah terlahir jauh-jauh hari sebelum
Afrika Selatan ditunjuk untuk menggelar Piala
Dunia 2010. Maskot dengan karakter macan
tutul itu lahir pada 1994 yang menyimbolkan
persatuan Afrika Selatan pasca apartheid.
Zakumi merupakan
karakter macan tutul jantan berwarna kuning
dengan rambut berwarna hijau. Pemilihan warna-
warna yang dipakai pada
Zakumi memiliki arti tersendiri. Warna hijau dan kuning seperti warna pada jersey timnas olahraga Afrika Selatan
termasuk timnas
sepakbolanya.

Zakumi adalah karakter yang menghibur semua
orang dan bertekad untuk
menyajikan yang terbaik bagi semua orang yang mengunjungi negaranya.
Ia akan menjadi
penghibur untuk para suporter, para pemain,
ofisial, anak-anak sekolah, remaja bahkan orang
dewasa sekalipun.

Sosok Zakumi tidak hanya
melambangkan Afrika Selatan tapi juga ia turut
menjadi representasi
benua Afrika secara keseluruhan yang
ditunjukkan kepercayaan
dirinya, harga diri,
fasilitas kesehatan, social
skill dan kehangatan hati.

Zakumi adalah karakter yang periang, percaya diri, gemar akan petualangan,
spontan dan cukup cerdik. Ia senang tampil di
depan orang banyak dengan mengikuti insting
dan intusinya meski sesekali cenderung
berlebihan. Ia juga digambarkan sebagai orang yang memiliki
kehangatan hati dan peduli akan sesama serta
selalu ingin memiliki teman sebanyak mungkin.

Zakumi juga senang bermain sepakbola. Bagi
dia, sepakbola adalah salah satu cara yang tepat
untuk menghubungkan
seluruh manusia di seluruh penjuru dunia
tanpa mengenal batasan bahasa. Ciri khasnya ialah
dia selalu membawa bola
di mana pun berada dan senang mengajak orang lain untuk bermain
bersamanya.

Dengan moto resmi "Zakumi's game is Fair Play", Zakumi memiliki
misi utama yaitu untuk mempersatukan semua orang di dalam satu wadah Piala Dunia 2010
sebagai pesta yang penuh
kebahagiaan dan tak akan pernah terlupakan.

Zakumi ingin
menunjukkan kepada dunia akan kehangatan
dan semangat dari benua
Afrika.

02 Mei 2010

Jadwal lengkap PIALA DUNIA 2010


Berikut jadwal lengkap
Piala Dunia 2010, termasuk
skema babak gugur
hingga final.
(Waktu dalam WIB)
Grup A:
11 Juni 2010
21:00 Afrika Selatan v
Meksiko, Soccer City,
Johannesburg
12 Juni 2010
01:30 Uruguay v Prancis,
Cape Town Stadium, Cape
Town
17 Juni 2010
01:30 Afrika Selatan v
Uruguay, Loftus Versfeld
Stadium, Pretoria
17 Juni 2010
18:30 Prancis v Meksiko,
Peter Mokaba Stadium,
Polokwane
22 Juni 2010
21:00 Meksiko v Uruguay,
Royal Bafokeng Stadium,
Rustenburg
21:00 Prancis v Afrika
Selatan, Free State
Stadium, Bloemfontein
Grup B:
12 Juni 2010
18:30 Argentina v Nigeria,
Ellis Park Stadium,
Johannesburg
21:00 Korea Selatan v
Yunani, Nelson Mandela
Bay Stadium, Port
Elizabeth
17 Juni 2010
21:00 Argentina v Korea
Selatan, Soccer City,
Johannesburg
18 Juni 2010
01:30 Yunani v Nigeria,
Free State Stadium,
Bloemfontein
23 Juni
2010
01:30
Yunani
v
Argentina,
Peter
Mokaba
Stadium,
Polokwane
01:30
Nigeria
v
Korea Selatan, Moses
Mabhida Stadium, Durban
Grup C:
13 Juni 2010
01:30 Inggris v Amerika
Serikat, Royal Bafokeng
Stadium, Rustenburg
13 Juni 2010
18:30 Aljazair v Slovenia,
Peter Mokaba Stadium,
Polokwane
18 Juni 2010
21:00 Inggris v Aljazair,
Cape Town Stadium, Cape
Town
19 Juni 2010
01:30 Slovenia v Amerika
Serikat, Ellis Park Stadium,
Johannesburg
23 Juni 2010
21:00 Amerika Serikat v
Aljazair, Loftus Versfeld
Stadium, Pretoria
21:00 Slovenia v Inggris,
Nelson Mandela Bay
Stadium, Port Elizabeth
Grup D:
13 Juni 2010
21:00 Jerman v Australia,
Moses Mabhida Stadium,
Durban
14 Juni 2010
01:30 Serbia v Ghana,
Loftus Versfeld Stadium,
Pretoria
18 Juni 2010
18:30 Jerman v Serbia,
Nelson Mandela Bay
Stadium, Port Elizabeth
19 Juni 2010
18:30 Ghana v Australia,
Royal Bafokeng Stadium,
Rustenburg
24 Juni 2010
01:30 Australia v Serbia,
Mbombela Stadium,
Nelspruit
01:30 Ghana v Jerman,
Soccer City, Johannesburg
Grup E:
14 Juni 2010
18:30 Belanda v Denmark,
Soccer City, Johannesburg
21:00 Jepang v Kamerun,
Free State Stadium,
Bloemfontein
19 Juni 2010
21:00 Belanda v Jepang,
Moses Mabhida Stadium,
Durban
20 Juni 2010
01:30 Kamerun v Denmark,
Loftus Versfeld Stadium,
Pretoria
25 Juni 2010
01:30 Denmark v Jepang,
Royal Bafokeng Stadium,
Rustenburg
01:30 Kamerun v Belanda,
Cape Town Stadium, Cape
Town
Grup F:
15 Juni 2010
01:30 Italia v Paraguay,
Cape Town Stadium, Cape
Town
15 Juni 2010
18:30 Selandia Baru v
Slowakia, Royal Bafokeng
Stadium, Rustenburg
20 Juni 2010
18:30 Italia v Selandia
Baru, Mbombela Stadium,
Nelspruit
21:00 Slowakia v Paraguay,
Free State Stadium,
Bloemfontein
24 Juni 2010
21:00 Paraguay v Selandia
Baru, Peter Mokaba
Stadium, Polokwane
21:00 Slowakia v Italia, Ellis
Park Stadium,
Johannesburg
Grup G:
15 Juni 2010
21:00 Brasil v Korea Utara,
Ellis Park Stadium,
Johannesburg
16 Juni 2010
01:30 Pantai Gading v
Portugal, Nelson Mandela
Bay Stadium, Port
Elizabeth
21 Juni 2010
01:30 Brasil v Pantai
Gading, Soccer City,
Johannesburg
21 Juni 2010
18:30 Portugal v Korea
Utara, Cape Town
Stadium, Cape Town
25 Juni 2010
21:00 Korea Utara v Pantai
Gading, Mbombela
Stadium, Nelspruit
21:00 Portugal v Brasil,
Moses Mabhida Stadium,
Durban
Grup H:
16 Juni 2010
18:30 Spanyol v Swiss,
Moses Mabhida Stadium,
Durban
21:00 Honduras v Cili,
Mbombela Stadium,
Nelspruit
21 Juni 2010
21:00 Spanyol v Honduras,
Nelson Mandela Bay
Stadium, Port Elizabeth
22 Juni 2010
01:30 Cili v Swiss, Ellis Park
Stadium, Johannesburg
26 Juni 2010
01:30 Swiss v Honduras,
Free State Stadium,
Bloemfontein
01:30 Cili v Spanyol, Loftus
Versfeld Stadium, Pretoria
16 Besar
26 Juni 2010, 21:00
Juara Grup A v Peringkat
Kedua Grup B, Nelson
Mandela Bay Stadium,
Port Elizabeth (Partai 49)
27 Juni 2010, 01:30
Juara Grup C v Peringkat
Kedua Grup D, Royal
Bafokeng Stadium,
Rustenburg (Partai 50)
27 Juni 2010, 21:00
Juara Grup D v Peringkat
Kedua Grup C, Free State
Stadium, Bloemfontein
(Partai 51)
28 Juni 2010, 01:30
Juara Grup B v Peringkat
Kedua Grup A, Soccer City,
Johannesburg (Partai 52)
28 Juni 2010, 21:00
Juara Grup E v Peringkat
Kedua Grup F, Moses
Mabhida Stadium, Durban
(Partai 53)
29 Juni 2010, 01:30
Juara Grup G v Peringkat
Kedua Grup H, Ellis Park
Stadium, Johannesburg
(Partai 54)
29 Juni 2010, 21:00
Juara Grup F v Peringkat
Kedua Grup E, Loftus
Versfeld Stadium, Pretoria
(Partai 55)
30 Juni 2010, 01:30
Juara Grup H v Peringkat
Kedua Grup G, Cape Town
Stadium, Cape Town
(Partai 56)
Perempat-Final
2 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 53 v
Pemenang Partai 54,
Nelson Mandela Bay
Stadium, Port Elizabeth
(Partai 57)
3 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 49 v
Pemenang Partai 50,
Soccer City, Johannesburg
(Partai 58)
3 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 52 v
Pemenang Partai 51, Cape
Town Stadium, Cape Town
(Partai 59)
4 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 55 v
Pemenang Partai 56, Ellis
Park Stadium,
Johannesburg (Partai 60)
Semi-final
7 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 58 v
Pemenang Partai 57, Cape
Town Stadium, Cape Town
(Partai 61)
8 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 59 v
Pemenang Partai 60,
Moses Mabhida Stadium,
Durban (Partai 62)
Perebutan Juara Ketiga
11 Juli 2010, 01:30
Tim Kalah Partai 61 v Tim
Kalah Partai 62, Nelson
Mandela Bay Stadium,
Port Elizabeth (Partai 63)
Final
12 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 61 v
Pemenang Partai 62,
Soccer City, Johannesburg
(Partai 64)

05 April 2010

Stadion Taman Prestasi Bontang Tuai Pujian Dari AFC


Setelah Balikpapan dan
Samarinda, kemarin giliran
dua stadion di Bontang
diverifikasi perwakilan
Asian Football
Confederation (AFC).
Kedatangnnya ke Bontang,
tim verifikasi AFC yang
terdiri dari Development
Manager Professional
Football Project Maksat
Klychmamedov
(Turkmenistan), Satoshi
Saito (Marketing Director/
Jepang), Bryan Kuan
(International Audit
Director/Malaysia),
Benjamin Tan (Competition
Manager/Singapura), dan
Steve Kim (Comunication &
Media/Korsel). Kehadiran
anggota verifikasi AFC
tersebut didampingi dua
anggota PT Badan Liga
Sepak Bola Indonesia (BLI)
yaitu Azwan Karim
(Manajer Lisensi) dan
Llano Mahardhika
(Manajer IT dan
Telekomunikasi).

Selain itu, hadir pula
General Manager Bontang
FC (BFC), Andi Faizal
Hasdam, asisten manajer H
Rustam dan H Mansyur,
media officer serta
pengurus BFC lainnya.

Stadion Mulawarman
menjadi stadion pertama
yang dikunjungi tim
verifikasi AFC. Kendati
memuji kualitas rumput
stadion, tim verifikasi
tetap meminta supaya
beberapa prasarana di
stadion dibenahi. Misalkan
pintu masuk stadion yang
dikhususkan kepada
pemain dan official tim
harus benar-benar steril,
tanpa disatukan dengan
pintu masuk penonton VIP.
Kemudian khusus untuk
peliput berita dan
fotografer wajib diberikan
tempat khusus.

"Alhamdulillah, kita
banyak mendapatkan
masukan dari hasil
verifikasi ini. Walau
dianggap layak menggelar
pertandingan
internasional, namun tetap
saja kita diberikan
masukan untuk
membenahi stadion. Pada
intinya tak ada masalah
untuk stadion
Mulawarman," kata Andi
Faizal.

Dari Stadion Mulawarman,
rombongan AFC menuju
Stadion Taman Prestasi
Bontang Lestari. Di sini,
AFC mengaku terkesima
melihat kelengkapan
prasarana stadion yang
digunakan pada saat PON
XVII lalu. Yang
membedakan stadion
Mularwaman dengan
Taman Prestasi Bontang
Lestari yaitu, pintu masuk
pemain dan penonton di
VIP terpisah. Sehingga
lebih rapi dan miliki
pengamanan ketat.

"Stadion Taman Prestasi
pun dinilai sangat layak,
sehingga tak menutup
kemungkinan tahun depan
pertandingannya digelar di
sana. Tapi itu kembali ke
hasil verifikasi nanti, saya
tetap optimis, dua stadion
di Bontang yaitu
Mulawarman dan Taman
Prestasi sangat layak untuk
ukuran FIFA, sehingga bisa
menggelar pertandingan
Champions Asia," ujar Andi
Faisal.

Disebutkannya, seluruh
ruangan di stadion tak
luput dari verifikasi, mulai
dari ruang pertemuan,
ruang ganti wasit, ruang
pemain tuan rumah dan
tamu, musala, sekretariat,
ruang konfrensi perss,
hingga ke toilet.

Sekitar satu jam berada di
Bontang Lestari,
rombongan AFC kembali
ke Bontang dan menuju
mes atlet, yang
direncanakan bakal
dijadikan mes pemain-
pemain BFC.

"Juga tak ada masalah,
karena prasarana di mes
atlet Bontang sangat
lengkap, fasilitasnya
seperti hotel berbintang,"
ujar Ical, sapaan akrab
Andi Faisal.

Hal lain yang diverifikasi
adalah kelengkapan
sebuah klub untuk
mendapatkan lisensi klub
profesional, diantaranya
yakni infrastruktur,
keuangan, sarana
pendukung, legalitas
badan hukum, dan
administrasi. "Kalau dilihat
dua stadion di sini cukup
bagus dan standar
internasional. Tapi mereka
tetap memberikan
masukan beberapa
fasilitasnya bisa dibenahi,
biar pemain lebih aman
dan pertandingan berjalan
lancar," ungkap Liano
Mahardika.